Visi dan Misi


Tugas Pokok SMPN 04

 

PEMERINTAH  KOTA  BENGKULU

DINAS  PENDIDIKAN  NASIONAL

SMP  NEGERI  4  BENGKULU

SEKOLAH STANDAR NASIONAL (SSN)

Alamat  :  Jalan  Cimanuk Km. 6,5  Telp. ( 0736 ) 22985 Bengkulu

                                                                      

 

KURIKULUM SMP NEGERI 4 KOTA BENGKULU

TAHUN PELAJARAN 2009/2010

 

 

 

BAB I. PENDAHULUAN

 

A. Rasional

Bahwa Undang Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945 mengamanatkan Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional yang meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa yang diatur dengan undang-undang

Untuk melaksanakan amanat Pemerintah memberlakukan Kurikulum 1968, Kurikulum1975, Kurikulum 1994 dan pada tahun 2004 Pemerintah mengeluarkan Kurikulum Berbasis Kompetensi atau lebih dikenal dengan nama kurikulum ”KBK”, dari perkembangannya ternyata kurikulum dimaksud terlalu besar muatannya bagi para siswa.

Kurikulum yang berlaku selama ini juga kurang mendorong siswa untuk belajar secara optimal, siswa lebih banyak dijadikan objek pembelajaran dan kurang menempatkan siswa sebagai subjek pembelajaran, siswa belum dioptimalkan dalam kegiatan belajar mengajar. Pada tahun pelajaran 2006/2007 pemerintah melalui BSNP memperkenalkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Pengembangan kurikulum ini cukup beragam dan mengacu pada Standar Nasional Pendidikan untuk menjamin pencapaian Tujuan Pendidikan Nasional dan terinci pada Standar Nasional Pendidikan yang terdiri atas; Standar Isi, Standar Proses, Standar Kelulusan, Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Standar Sarana-Prasarana, Standar Pengelolaan, Standar Penilaian dan Standar Pembiayaan diharapkan dapat menjawab keprihatinan pendidikan selama ini.

Sejalan denga semangat desentralisasi dan otonomi daerah yang berdampak pada lahirnya konsep desentralisasi pendidikan yang sejalan dengan Manajemen Berbasis Sekolah (School Based Management), sudah saatnya sekolah mengubah yang selalu bergantung pada birokat. Sekolah diberi kebebasan untuk mengurus sendiri manajemen sekolahnya dan kegiatan rutinitas akademis. Komite sekolah sebagai kepanjangan tangan sekolah kepada masyarakat dan orangtua harus lebih proaktif dan kooperatif sehingga bersama-sama sekolah mengembangkan kurikulum. Sekolah dapat bermitra dengan stakeholders pendidikan yang ada di lingkungannya seperti; nelayan, petani, puskesmas, pariwisata, industri dan berbagai organisasi profesi yang ada.

Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Tujuan tertentu ini meliputi tujuan pendidikan nasional serta kesesuaian  dengan kekhasan, kondisi dan potensi daerah, satuan pendidikan dan peserta didik. Oleh sebab itu kurikulum disusun oleh satuan pendidikan untuk memungkinkan penyesuaian program pendidikan dengan kebutuhan dan potensi yang ada di daerah.

Panduan pengembangan kurikulum disusun antara lain agar dapat memberi kesempatan peserta didik untuk :

(a) belajar untuk beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,

(b) belajar untuk memahami dan menghayati,

(c) belajar untuk mampu melaksanakan dan berbuat secara efektif,

(d) belajar untuk hidup bersama dan berguna untuk orang lain, dan

(e) belajar untuk membangun dan menemukan jati diri melalui proses belajar yang aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan.

Dengan harapan dan keluwesan mengembangkan dan menggali potensi sekolah dan kebebasan yang diberikan kepada Satuan Pendidikan untuk menentukan sendiri kurikulumnya itulah maka, SMP Negeri 4 Kota Bengkulu menetapkan dan menyusun Kurikulum SMP Negeri 4 Kota Bengkulu Tahun Pelajaran 2009/2010

           

B. Landasan

  1. Pembukaan Undang  Undang Dasar Republik Indonesia 1945 alinea 4 pasal 31 Undang Undang Dasar 1945.
  2. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Ketentuan dalam UU 20/2003 yang mengatur KTSP, adalah  Pasal 1 ayat (19); Pasal 18 ayat (1), (2), (3), (4); Pasal 32 ayat (1), (2), (3); Pasal 35 ayat (2);  Pasal 36 ayat (1), (2), (3), (4); Pasal 37 ayat (1), (2), (3); Pasal 38 ayat (1), (2).

 

 

  1. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.

Ketentuan di dalam PP 19/2005 yang mengatur KTSP, adalah Pasal 1 ayat (5), (13), (14), (15); Pasal 5 ayat (1), (2); Pasal 6 ayat (6); Pasal 7 ayat  (1), (2), (3), (4), (5), (6), (7), (8);  Pasal 8 ayat (1), (2), (3); Pasal 10 ayat (1), (2), (3); Pasal 11 ayat (1), (2), (3), (4); Pasal 13 ayat (1), (2), (3), (4); Pasal 14 ayat (1), (2), (3); Pasal 16 ayat (1), (2), (3), (4), (5); Pasal 17 ayat (1), (2); Pasal 18 ayat (1), (2), (3); Pasal 20.

  1. Standar Isi

Standar Isi mencakup lingkup materi dan tingkat kompetensi untuk mencapai kompetensi lulusan pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. Termasuk dalam Stansar Isi adalah : kerangka dasar dan struktur kurikulum, Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) setiap mata pelajaran pada setiap semester dari setiap jenis dan jenjang pendidikan dasar dan menengah. SI ditetapkan dengan Kepmendiknas No. 22 Tahun 2006.

  1. Standar Kompetensi Lulusan

SKL merupakan kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan dan keterampilan sebagaimana yang ditetapkan dengan Kepmendiknas No. 23 Tahun 2006.

  1. Permendiknas Nomor 24 Tahun 2006 Tentang Pelaksanaan Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 dan Permendiknas Nomor 23 Tahun 2006

 

 

C. Tujuan Penyusunan Kurikulm

            Tujuan Penyusunan Kurikulum  SMP Negeri 4 Bengkulu adalah Sebagai acuan dalam mengembangkan kurikulum yang akan dilaksanakan dan agar sekolah memiliki arah yang jelas dalam pengembangan pendidikan dan pengajaran dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut :

1.      Peningkatan iman dan takwa serta akhlak mulia

Keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia menjadi dasar pembentukan kepribadian peserta didik secara utuh. Kurikulum yang disusun SMP Negeri 4 Bengkulu memberi ruang yang cukup bagi peserta didik meningkatkan iman dan takwa serta memilki akhlak yang mulia.

2.      Peningkatan potensi, kecerdasan, dan minat sesuai dengan tingkat perkembangan dan kemampuan peserta didik

Pendidikan merupakan proses sistematik untuk meningkatkan martabat manusia secara holistik yang memungkinkan potensi diri (afektif, kognitif, psikomotor) berkembang secara optimal. Sejalan dengan itu,  kurikulum yang disusun SMP Negeri 4 Bengkulu memperhatikan potensi, tingkat perkembangan, minat, kecerdasan intelektual, emosional dan sosial, spritual, dan kinestetik peserta didik.

3.      Potensi dan karakteristik daerah dan lingkungan

Daerah memiliki potensi, kebutuhan, tantangan, dan keragaman karakteristik lingkungan. Kurikulum  SMP Negeri 4 Bengkulu memberi muatan yang cukup bagi peserta didik untuk mengembangkan potensi daerah melalui mata pelajaran muatan lokal dan seni budaya sehingga diharapkan lulusannya selain dapat melanjutkan ke tingkat pendidikan yang lebih tinggi juga diharapkan dapat mendukung pengembangan potensi daerah Bengkulu.

4.      Perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni

Dampak global yang membawa masyarakat berbasis pengetahuan di mana IPTEK sangat berperan sebagai penggerak utama perubahan. Pendidikan harus terus menerus melakukan adaptasi dan penyesuaian perkembangan IPTEK sehingga tetap relevan dan kontekstual dengan perubahan. Oleh karena itu, Kurikulum SMP Negeri 4 Bengkulu mengembangkan muatan kurikulum secara berkala dan berkesinambungan sejalan dengan perkembangan Ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni. 

5.      Persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan

Pendidikan diarahkan untuk membangun karakter dan wawasan kebangsaan peserta didik yang menjadi landasan penting bagi upaya memelihara persatuan dan kesatuan bangsa dalam kerangka NKRI. Oleh karena itu, Kurikulum SMP Negeri 4 Bengkulu mendorong berkembangnya wawasan dan sikap kebangsaan peserta didik sehingga dapat ikut berperan memelihara persatuan dan kesatuan Negara Republik Indonesia.

6.      Kondisi sosial budaya masyarakat setempat

Kurikulum SMP Negeri 4 Bengkulu juga dikembangkan dengan memperhatikan karakteristik sosial budaya masyarakat Bengkulu dan menunjang kelestarian keragaman budaya Bengkulu,  serta  menumbuhkan penghayatan dan apresiasi pada budaya Bengkulu yang menjadi bagian kekayaan budaya bangsa Indonesia.

7.      Kesetaraan Jender

Kurikulum di SMP Negeri 4 Bengulu sesuai dengan Misinya diarahkan kepada terciptanya pendidikan yang berkeadilan dan merata dengan memperhatikan kesetaraan jender, sehingga setiap peserta didik diberi kesempatan yang sama untuk mengembangkan diri dalam proses belajar mengajar.

8.      Karakteristik Satuan Pendidikan

Kurikulum SMP Negeri 4 Bengkulu dikembangkan sesuai dengan visi, misi, tujuan, kondisi dan ciri khas SMP Negeri 4 Bengkulu

 

BAB II

VISI, MISI DAN TUJUAN SEKOLAH

 

A. Visi Sekolah

Kurikulum yang disusun oleh Satuan Pendidikan SMP Negeri 4 Bengkulu  adalah untuk menyesuaikan program pendidikan dengan potensi yang ada di sekolah. Sekolah sebagai unit terkecil penyelenggara pendidikan telah memperhatikan perkembangan peserta didik dan tantangan masa depan. Perkembangan dan tantangan itu antara lain menyangkut : (1) perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, (2) globalisasi yang memungkinkan sangat cepatnya arus perubahan dan informasi serta pengaruhnya terhadap pola hidup manusia, (3) pengaruh globalisasi terhadap perubahan pola perilaku dan moral manusia, (4) perubahan kesadaran orangtua dan masyarakat terhadap pendidikan, (5) kesiapan sumber daya pendidikan dalam menjawab persaingan global. Untuk itu maka SMP Negeri 4 Bengkulu merumuskan :

 

VISI SMP NEGERI 4 BENGKULU

 

UNGGUL DALAM PRESTASI BERDASARKAN IMTAQ, IPTEK dan BERAKHLAK MULIA

 

Dengan Indikator  :

1.      Terwujudnya pendidikan adil dan merata di lingkungan sekolah

2.      Terwujudnya pendidikan yang bermutu menghasilkan prestasi Akademik dan Non Akademik

3.      Terwujudnya profesionalisme Pendidik dan Tenaga Kependidikan.

4.      Terwujudnya sikap budi pekerti yang berbudaya didasari Iman dan Taqwa

5.      Terwujudnya sistem managemen partisipatif transparan dan akuntable antar pihak-pihak terkait

6.      Terwujudnya sarana prasarana belajar yang memadai dan lingkungan belajar yang kondusif

 

B. Misi Sekolah

a.   Mewujudkan  pendidikan adil dan merata di lingkungan sekolah

b.      Mewujudkan pendidikan yang bermutu menghasilkan prestasi Akademik dan Non Akademik

c.      Mewujudkan profesionalisme pendidik dan tenaga kependidikan

d.      Mewujudkan sikap budi pekerti yang berbudaya didasari Iman dan Taqwa

e.      Mewujudkan sistem managemen partisipatif transparan dan akuntable antar pihak-pihak terkait

f.        Mewujudkan sarana prasarana belajar yang memadai dan lingkungan belajar yang kondusif

 

 

C. Tujuan Sekolah

a.      Tercapainya  pendidikan adil dan merata di lingkungan sekolah

b.      Tercapainya pendidikan yang bermutu menghasilkan prestasi Akademik dan Non Akademik

c.      Tercapainya profesionalisme pendidik dan tenaga kependidikan

d.      Tercapainya sikap budi pekerti yang berbudaya didasari Iman dan Taqwa

e.      Tercapainya sistem managemen partisipatif transparan dan akuntable antar pihak-pihak terkait

f.        Terpenuhinya sarana prasarana belajar yang memadai dan lingkungan belajar yang kondusif

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

 STRUKTUR DAN MUATAN KURIKULUM

A. Mata Pelajaran

Mata  Pelajaran merupakan materi bahan ajar berdasarkan landasan keilmuan yang akan diberikan kepada peserta didik sebagai beban belajar melalui metode dan pendekatan tertentu. Beban belajar pada mata pelajaran ditentukan oleh keluasan dan kedalaman pada masing-masing tingkat satuan pendidikan. Adapun sejumlah mata pelajaran di SMP Negeri 4 Bengkulu meliputi : Pendidikan Agama, Pendidikan Kewarganegaraan, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, IPA, IPS, Penjaskes, Seni Budaya dan Teknologi Informasi dan Komunikasi.

Struktur dan muatan KTSP pada jenjang pendidikan dasar dan menengah yang tertuang dalam Standar Isi meliputi lima kelompok mata pelajaran sebagai berikut.

(1) Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia 

(2) Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian

(3) Kelompok mata pelajaran  ilmu pengetahuan dan teknologi

(4) Kelompok mata pelajaran estetika

(5) Kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga dan kesehatan

 

 

B. Muatan Lokal

 

Muatan Lokal merupakan kegiatan kurikuler untuk mengembangkan kompetensi yang disesuaikan dengan ciri khas dan potensi daerah, termasuk keunggulan daerah. Dengan mempertimbangkan karakteristik sekolah dan dalam rangka mendukung unggulan daerah Propinsi Bengkulu serta mengembangkan kemampuan siswa dalam bidang Ketrampilan Teknologi  muatan lokal yang dipilih oleh SMP Negeri 4 Bengkulu untuk kelas VII dan VIII Kain Basurek, sedangkan kelas IX Elektronika.

 

C. Pengembangan Diri

Pengembangan diri adalah kegiatan yang bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, bakat, minat, setiap peserta didik sesuai dengan kondisi sekolah. Kegiatan pengembangan diri difasilitasi dan/atau dibimbing oleh konselor, guru, atau tenaga kependidikan yang dapat dilakukan dalam bentuk kegiatan ekstrakurikuler. Kegiatan pengembangan diri dapat dilakukan antara lain melalui kegiatan pelayanan konseling yang berkenaan dengan masalah diri pribadi dan kehidupan sosial, belajar, dan pengembangan karier peserta didik serta kegiatan keparamukaan, kepemimpinan, dan kelompok ilmiah remaja.

Pengembangan diri untuk satuan pendidikan khusus menekankan pada peningkatan kecakapan hidup dan kemandirian sesuai dengan kebutuhan khusus peserta didik.

Pengembangan diri bukan merupakan mata pelajaran. Maka penilaian kegiatan pengembangan diri dilakukan secara kualitatif.

 

Pengembangan diri di SMP Negeri 4 Bengkulu terdiri dari:

Kegiatan Rutin :

1.      Upacara Bendera setiap hari Senin

2.      Senam Setiap hari Sabtu

3.      Kultum setiap hari Jumat

4.      Bersih Lingkungan setiap hari Sabtu

5.      Sholat Zuhur secara bergantian setiap kelas

6.      Salam sapa peserta didik (Sapa Murid) setiap pagi oleh guru piket

7.      Salam peserta didik sebelum masuk kelas dan pada saat pulang sekolah.

 

Kegiatan Spontan :

1. Salam siswa setiap bertemu guru dan pegawai

2. Memungut sampat setiap saat

3. Berseragam sekolah secara tertib dan rapi

4. Saling mengingatkan untuk menjaga Tata Tertib  Sekolah   yang termuat pada

    Janji Siswa dengan Point pelanggaran

 

Kegiatan Terprogram sebagai Kegiatan Ekstra Kurikuler meliputi :

 

1. Pramuka

            Pembina        : Drs. Ruswanto, Yana Nuryanah

            Pelatih            : Abdurahman

            Hari latihan     : Jumat 15.00 – 17.00

2. Paskibra

            Pembina        : Oktorita Silitonga,S.Pd

            Pelatih            : Ayu, Tess, Brian

            Hari latihan     : Minggu 09.00 – 11.00

3. PMR

            Pembina        : Vita Velyasari,S.Pd

            Pelatih            : Nurman

            Hari latihan     :Sabtu  15.00 – 17.00

4. Drumband

            Pembina        : Dian Pangastuti,S.Pd

            Pelatih            : Rocky, Satria

            Hari latihan     : Kamis 15.00 – 17.00, Minggu 08.00 – 11.00

5. Bola Basket

            Pembina        : Subandi,S.Pd

            Pelatih            : Endang

            Hari latihan     : Selasa 15.00 – 17.30

 

6. Futsal

            Pembina        : Edy,S.Pd

            Pelatih            : Edy, S.Pd

            Hari latihan     : Jumat 15.00 – 17.30, Minggu 09.00 – 11.00

7. RISMA/TPQ

            Pembina        : Dra. Muhaimi Yatim

            Hari Pembinaan        : Jumat, 11.00 – 13.00

8. Tari, Teater, Ensambel

            Pembina/Instruktur    : Mazwarni,S.Pd

            Hari latihan     : Senin, 15.00 – 17.00, Sabtu 11.00 – 12.00

9. KIR/Mading

            Pembina        : Sri Hartati,S.Pd

            Hari latihan     : Kamis, 15.00 – 17.00

10. Bimbingan MIPA untuk persiapan Olimpiade Sains oleh masing-masing guru

      Mata Pelajaran yang bersangkutan.

             

 

D. Pengaturan Beban Belajar

 

K o m p o n  e n

Kelas dan Alokasi Waktu

VII

VIII

IX

A. Mata Pelajaran

1. Pendidikan Agama

 

2

 

2

 

2

2. Pendidikan Kewarganegaraan

2

2

2

3. Bahasan Indonesia

5

5

5

4. Bahasa Inggris

4

4

4

5. Matematika

6

6

6

6. Ilmu Pengetahunan  Alam

5

5

5

7. Ilmu Pengetahuan Sosial

4

4

4

8. Seni Budaya

2

2

2

9. Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan

2

2

2

10. Teknologi Informasi dan Komunikasi

2

2

2

B. Muatan Lokal

2

2

2

C. Pengembangan Diri

2*)

2*)

2*)

J  u  m  l  a  h

36

36

36

 

Struktur kurikulum SMP Negeri 4 Bengkulu meliputi substansi pembelajaran yang ditempuh dalam satu jenjang pendidikan selama tiga tahun mulai kelas VII sampai kelas IX. Struktur kurikulum disusun dengan ketentuan sebagai berikut :

a.      Kurikulum SMP Negeri 4 Bengkulu memuat 10 Mata Pelajaran, Muatan Lokal dan Pengembangan Diri.

b.      Jam pembelajaran untuk setiap mata pelajaran dialokasikan sebagaimana tertera dalam struktur kurikulum, satuan pendidikan  dimungkinkan menambah maksimum 4 (empat)  jam pembelajaran per minggu secara keseluruhan. Penambahan jam pelajaran diberikan pada Mata Pelajaran Matematika 2 jampel ini dilakukan karena Matematika di SMP Negeri 4 Bengkulu merupakan Mata Pelajaran Unggulan sekaligus sebagai Mata Pelajaran yang cukup sulit sehingga memerlukan waktu yang cukup untuk menambah pengetahuna siswa. Mata Pelajaran Bahasa Indonesia ditambah 1 jampel karena Mata Pelajaran dimaksud memerlukan pendalaman yang cukup banyak dengan cakupan materi yang cukup luas. IPA ditambah  1 jampel, karena IPA memiliki materi yang cukup luas serta harus ditunjang dengan materi praktikum yang cukup banyak.

c.      Jumlah jam per minggu 36 jam

d.      Alokasi waktu satu jam pembelajaran adalah 40 menit

e.      Minggu efektif dalam satu tahun pelajaran (dua semester)  34 minggu.

f.        Jumlah jam / waktu pembelajaran per tahun 1224 jam

 

E.     Ketuntasan Belajar.

Setiap siswa dinyatakan memenuhi standar ketuntasan belajar apabila telah mencapai nilai minimal sesuai dengan Standar Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) dan apabila belum memenuhi standar ketuntasan belajar minimal maka peserta didik harus mengikuti program remedial.

Adapun ketuntasan belajar minimal pada setiap mata pelajaran di SMP Negeri 4 Bengkulu Tahun pelajaran 2009/2010 adalah sebagai berikut :

 

No

Mata Pelajaran

KL. VII

KL VIII

KL IX

Sm  1

Sm 2

Sm 1

Sm 2

Sm 1

Sm 2

  1

Pendidikan Agama Islam

70

70

70

70

70

71

  2

Pendidikan Agama Kristen

75

75

75

75

75

75

  3

PPKN

75

75

75

75

75

75

  4

Bahasa Indonesia

73

74

74

74

74

74

  5

Bahasa Inggris

71

71

72

72

70

70

  6

Matematika

71

71

70

70

70

70

  7

Ilmu Pengetahuan Alam

73

73

70

70

73

73

  8

Ilmu Pengetahuan Sosial

74

74

75

75

75

75

  9

Seni Budaya

75

75

75

75

75

75

10

Pendidikan Jasmani dan Kesehatan

70

70

70

70

70

70

 11

Teknologi Informasi dan Komunikasi

74

74

75

75

75

75

 12

Mulok : Kain Besurek

73

73

74

74

74

74

 

Ketentuan pelaksanaan Program Remedial

a.      Remedial diberikan bagi siswa yang belum mencapai ketuntasan belajar minimal.

b.      Remedial dilakukan hanya pada kompetensi dasar yang belum tuntas.

c.      Dalam pelaksanaan remedial, guru menjelaskan kembali/review kompetensi dasar yang belum tuntas dan dilanjutkan dengan evaluasi.

d.      Remedial dilakukan maksimal 2 kali pada kompetensi dasar yang belum lulus.

e.      Bagi siswa pada ulangan harian utama memperoleh nilai sama dengan KKM maka nilainya ditambah 0,1 (misal KKM 71 nilianya menjadi 72).

f.        Hasil nilai remedial tidak boleh melebihi KKM yang telah ditetapkan.

g.      Remedial dapat dilakukan pada jam efektif maupun di lar jam efektif.

h.      Bagi siswa yang naik kelas tapi masih memiliki nilai di bawah KKM maka guru yang bersangkutan berkewajiban memberikan remedial kepada siswa yang bersangkutan dengan tidak mengubah nilai raport.

 

 

F.  Kriteria Kenaikan Kelas, Kelulusan, Pemberian Tugas dan Siswa

    Pindahan

1. Kreteria Kenaikan Kelas

a.      Telah mencapai ketuntasan belajar minimal.

b.      Nilai kurang maksimal 4 mata pelajaran masing-masing point mata pelajaran bersangkutan tuntas minimal 50%

c.      Mengikuti kegiatan belajar mengajar minimal 90 persen.

d.      Tingkah laku dan nilai pengembangan diri baik.

2.      Kriteria Kelulusan

a.      Telah menyelesaikan seluruh program pembelajaran.

b.      Mengikuti kegiatan belajar mengajar minimal 90 persen.

c.      Memperoleh nilai Ujian Sekolah dengan batas minimal sama dengan nilai Ujian Nasional

d.      Lulus Ujian Nasional.

e.      Tingkah laku dan nilai pengembangan diri baik.

3.      Kriteria Pemberian Tugas

Pemberian tugas pada siswa dilakukan secara terstruktur dan kegiatan mandiri tidak tidak terstruktur maksimum 50% dari jumlah waktu kegiatan tatap muka dari mata pelajaran yang bersangkutan.

4.      Kriteria Siswa Pindahan

a.      Menunjukkan surat pindah beserta raport dari sekolah asal.

b.      Mengikuti tes dan memperoleh nilai sesuai SKBM yang ditetapkan.

c.      Wajib mematuhi tata tertib yang ditetapkan pihak sekolah.

 

G. Pendidikan Kecakapan Hidup

            Pendidikan Kecakapan Hidup dilaksanakan oleh masing-masing mata pelajaran yang meliputi kecdakapan pribadi, sosial dan kecakapan akademik. Misalnya pada mata pelajaran Bahasa Indonesia siswa diberi kecakapn hidup / Life Skill bahwa pada saat lulus dari SMP bisa membuat surat dengan baik, surat izin, surat lamaran kerja dan sebagainya.

 

 

 

 

H. Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal dan Global

  1. Dikembangkan oleh masing-masing mata pelajaran.
  2. Keunggulan global dikembangkan pada Muatan Lokal Kain Basurek mengingat Kain Basurek merupakan produk unggulan daerah Bengkulu.
  3. Melalui pembelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi melalui materi pembuatan Blog bagi para siswa, face book  dll.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB V. KALENDER PENDIDIKAN

 

Kalender Pendidikan adalah pengaturan waktu untuk kegiatan pembelajaran peserta didik selama satu tahun ajaran. Kalender pendidikan mencakup permulaan tahun ajaran, minggu efektif belajar, waktu pembelajaran efektif dan hari libur.

a.      Permulaan tahun pelajaran adalah waktu dimulainya kegiatan pembelajaran pada awal tahun pelajaran pada setiap satuan pendidikan. Permulaan tahun pelajaran telah ditetapkan oleh Pemerintah yaitu bulan Juli setiap tahun dan berakhir pada bulan Juni tahun berikutnya.

b.      Minggu efektif belajar adalah jumlah minggu kegiatan pembelajaran untuk setiap tahun pelajaran, yaitu 34 minggu

c.      Waktu pembelajaran efektif per minggu 36 jam pelajaran.

d.      Waktu libur adalah waktu yang ditetapkan untuk tidak diadakan kegiatan pembelajaran terjadwal. Hari libur sekolah ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan Nasional, dan/atau Menteri Agama dalam hal yang terkait dengan hari raya keagamaan, Kepala Daerah tingkat Kota, dan atau organisasi penyelenggara pendidikan dapat menetapkan hari libur khusus.

e.      Waktu libur dapat berbentuk jeda tengah semester, jeda antar semester, libur akhir tahun pelajaran, hari libur keagamaan, hari libur umum termasuk hari besar nasional dan hari libur khusus.

f.        Libur jeda tengah semester, jeda antar semester, libur akhir tahun pelajaran digunakan untuk penyiapan kegiatan dan administrasi akhir dan awal tahun pelajaran.

Hari libur umum/nasional atau penetapan hari serentah untuk setiap jenjang dan jenis pendidikan disesuaikan dengan Peraturan Pemerintah Pusat/Propinsi/Kota.

 

Fungsi SMPN 04

.

 
Layanan ini diselenggarakan oleh TELKOM SOLUTION untuk dunia pendidikan di Indonesia. Mari kita majukan
bangsa Indonesia, melalui pemanfaatan Teknologi Informasi yang tepat guna pada dunia pendidikan Indonesia.